lampu hias   Leave a comment

Kerajinan lampu hias bukan hal baru di Indonesia. Banyak pengrajin menekuni usaha pembuatan kerajinan lampu hias. Walau pemainnya sudah bejibun, peluang memetik untung dari bisnis ini tetap terbuka lebar. Kuncinya, pengrajin harus membuat model dan desain unik, yang membedakan produknya dari lampu hias bikinan pengrajin lain.

Hal inilah yang menjadi  kiat sukses Holim Ansori, pemilik kerajinan Star Art di Surabaya. Dia membuat lampu hias dengan taburan mote. “Bahannya dari kaca mika, tapi diberi taburan mote atau butiran warna-warni agar menarik,” ujar nya.

Pria yang mulai berbisnis lampu hias di 2003 ini juga membuat lampu hias dari pelepah pisang. Lampu hias buatannya ada yang berbentuk binatang, bintang, bulan, hati, dan sebagainya.

Setiap bulan, Holim dan empat pegawainya mampu membuat 1.000 lampu hias. Holim lantas melego lampu hias buatannya itu ke pasar dengan harga mulai dari Rp 40.000 sampai Rp 400.000 per unit.

Holim mengaku saat ini bisa mendapat omzet Rp 25 juta per bulan. Dari penjualan itu, dia meraup margin setidaknya 30%.

Omzet yang diraup Ilham Wirahadikusumah, pemilik Ilham Art di Sukabumi, lebih besar lagi. Ilham, yang membuat lampu hias dari pipa paralon ini mengumpulkan omzet Rp 50 juta saban bulan.

Menurut Ilham, dalam sebulan ia hanya bisa membuat 300 lampu hias. Jumlah produksinya memang tidak banyak, sebab proses pembuatannya menggunakan tangan alias manual sehingga pembuatannya butuh waktu.

Ilham mengolah paralon menjadi lampu berbentuk pohon, binatang, dan sebagainya. Ilham menjual lampu hias buatannya itu dengan harga Rp 10.000 per unit hingga Rp 650.000 per unit.
Dia menilai peluang pasar lampu hias masih sangat luas. Pasar yang masih bisa digarap para pengrajin lampu hias antara lain pasar properti. Lampu hias banyak digunakan untuk aksesori mulai di gedung perkantoran, apartemen, hotel, rumah.

Masih terjepit

Selain di dalam negeri, pasar ekspor pun masih terbuka lebar. Permintaan dari luar negeri lumayan besar. “Beberapa waktu lalu ada pembeli dari Australia minta satu kontainer,” kisah pria berusia 46 tahun ini.

Holim pun sudah mulai bersiap untuk memperluas pasarnya ke luar negeri. Ia berencana mengekspor sendiri produknya ke luar negeri. “Sekarang masih dipasarkan melalui agen,” jelas Holim. Ia sudah mengincar pasar Jepang, Dubai, dan Australia.

Walaupun begitu, sampai saat ini posisi lampu hias Indonesia di tingkat internasional sebenarnya belum terlalu menguntungkan. Sebab, produsen lampu hias asal Indonesia masih terjepit antara produsen asal Filipina, China, serta Vietnam.

Achmad Kurnia Rivai, pemilik Siji Life Style, produsen lampu hias yang berbasis di Yogyakarta, mengatakan, banyak pembeli yang masih lebih senang membeli produk Filipina karena desainnya lebih unik. Atau membeli lambu hias buatan China dan Vietnam karena harganya lebih murah.

Karena itu, Achmad berharap Pemerintah bisa membantu para pengrajin lampu hias Indonesia. Misalnya dengan memfasilitasi para pengrajin dengan konsumen, baik lewat pameran atau lewat kegiatan lain.

Para pengrajin mengaku pameran cukup efektif untuk mendongkrak penjualan dan menjaring konsumen.

Ilham mengaku kerap mengikuti pameran, terutama saat krisis yang lalu. “Setiap pameran dari Pemerintah atau BUMN saya selalu ikut,” ujarnya.

Dalam setahun, Ilham bisa ikut pameran sampai 15 kali. “Setiap kali pameran di JCC, penjualan saya selalu di atas Rp 10 juta,” ujarnya.

Holim juga kerap mengandalkan penjualan dari pameran, di samping penjualan melalui tokonya di Surabaya. Holim mengaku bisa mendapat pemasukan lumayan dari pameran. Misalnya saat pameran di Pekan Raya Jakarta beberapa waktu lalu, Holim mendapat pemasukan hingga Rp 15 juta.

Achmad menyarankan agar pengrajin lampu hias asal Indonesia membidik pasar yang sifatnya terbatas atau ekslusif alias tidak mass production di pasar ekspor. Dengan demikian, produk asal Indonesia jadi eksklusif.

Achmad mencontohkan, pengrajin bisa membuat produk untuk pasar di kelas tertentu. “Misalnya pengrajin membuat barang untuk pasar high end, peluangnya masih bagus

Iklan

Posted Oktober 3, 2011 by walin89 in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: